(TROUBLESHOUTING RO) Mengatasi Masalah Pada RO : Loss Of Rejection
Contents
- 1 (TROUBLESHOUTING RO) Mengatasi Masalah Pada RO : Loss Of Rejection
- 1.0.0.1
- 1.0.0.2 1. Cek seluruh dari vessel, apakah nilai conduct-nya sama ataukah tidak
- 1.0.0.3 2. Ingat-ingat apakah pernah ada klorin masuk ke membran?
- 1.0.0.4 3. Coba cek pembacaan conduct, dengan instrumen lain.
- 1.0.0.5 4. Lakukan cek pada FeedWater
- 1.0.0.6 5. Cek Pressure pada permeate dan feed pressure
- 1.0.0.7 6. Cek keadaan O-ring
- 1.0.1 Setelah semua langkah diatas dilakukan ternyata masih terjadi kerusakan??
- 2 (TROUBLESHOOTING RO) Mengatasi Masalah Pada RO : Loss Of Rejection RO (Kualitas Air Produk Turun Drastis)
Loss of Rejection pada RO (Reverse Osmosis System) kadang-kadang dapat terjadi pada system RO anda. Ciri-ciri dari masalah RO jenis ini adalah naiknya nilai conductivity pada permeate (produk RO). Hal ini dapat terjadi akibat adanya kegagalan pada membran, degradasi (kerusakan) atau O ring yang agak leak (melenyot dalam bahasa kampung betawi ane). Nah dibawah ini ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.
1. Cek seluruh dari vessel, apakah nilai conduct-nya sama ataukah tidak
Hal ini untuk memastikan apakah biang keladinya terjadi dari satu vessel atau dari fase sebelum vessel. Jika salah satu vessel memiliki nilai conduct yang secara signifikan lebih tinggi, kemungkinan didalam vessel tersebutlah kejadian ini berasal. Bisa jadi membran didalamnya sudah jelek/rusak, tidak nge-plug (terpasang dengan baik), atau O-ring nya yang sudah rusak.

2. Ingat-ingat apakah pernah ada klorin masuk ke membran?
Klorin yang masuk ke membrane RO dapat merusak membran, yang berujung pada naiknya nilai conduct, walhasil terjadilah loss of rejection.
3. Coba cek pembacaan conduct, dengan instrumen lain.
Jangan-jangan yang rusak conductivity meternya.
4. Lakukan cek pada FeedWater
Sebuah RO biasanya didesain dengan spesifikasi yang mengacu pada agreement awal dimana parameter feedwater adalah sekian. Misalkan pada saat ini parameter yang dimiliki oleh feed water jauh diatas spesifikasi RO pada awalnya. Berarti systemnya sudah harus ditambah dengan pre treatment baru.
5. Cek Pressure pada permeate dan feed pressure
Jika permeate dipompakan pada posisi lebih tinggi (Dari posisi lebih bawah), dan tidak ada check valve pada permeate line, saat si RO mengalami Shut down maka pressure si permeate dapat melebihi feed pressure, alhasil lapisan membran dapat mengalami kerusakan.
6. Cek keadaan O-ring
Korosi, crack ataupun penipisan O-ring dapat terjadi seiiring dengan bertambahnya usia si O-ring. Hal ini dapat menghasilkan kebocoran, yang menambah nilai conduct. Penggantian O-ring secara berkala adalah salah satu langkah preventif yang cost-effective untuk menghindarinya.
Setelah semua langkah diatas dilakukan ternyata masih terjadi kerusakan??
“Jika suatu pekerjaan diserahkan bukan pada ahlinya, tunggulah saat kehancurannya” Begitulah kira-kira kutipan dari hadist Nabi Muhammad, nah daripada rekan frustasi menghadapi masalah ini… Mengapa tidak menghubungi kami saja 🙂
Kami siap membantu mengatasi masalah RO (Reverse Osmosis) Anda.
tinggal angkat telepon dan tekan 0811 3155 470 atau email ke admin@rofisjaya.com dan minta disambungkan dengan Bapak Anggi..
(TROUBLESHOOTING RO) Mengatasi Masalah Pada RO : Loss Of Rejection RO (Kualitas Air Produk Turun Drastis)
Chief Engineer, salah satu alarm paling mengkhawatirkan pada watermaker (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO) adalah ketika monitor TDS (Total Dissolved Solids) pada Permeate (air produk) tiba-tiba melonjak tinggi. Fenomena ini disebut Loss Of Rejection RO, yang berarti membran RO Anda kehilangan kemampuannya untuk menolak garam. Secara sederhana, air asin mulai lolos melalui membran. Kondisi ini dapat merusak tangki air tawar kapal Anda, bahkan sistem make-up boiler. Memahami penyebab Loss Of Rejection RO sangat penting karena solusi perbaikannya bervariasi, mulai dari tindakan sederhana hingga penggantian membran total.
PT ROFIS JAYA PERKASA, sebagai spesialis SWRO, memandu Anda melalui tiga penyebab utama dan langkah troubleshooting yang harus segera dilakukan untuk mengatasi Loss Of Rejection RO pada sistem Anda.
Baca Juga : Kontraktor Perbaikan WWTP : PT ROFIS JAYA PERKASA
1. Penyebab Kimia: Kerusakan Membran Akibat Oksidasi
Membran RO terbuat dari Thin Film Composite (TFC) Poliamida yang sangat sensitif terhadap zat pengoksidasi, terutama Klorin ($\text{Cl}_2$) atau Kloramin. Bahkan paparan singkat terhadap Klorin bebas (di atas $0.1$ $\text{ppm}$) dapat menyebabkan kerusakan kimia yang ireversibel (tidak dapat diperbaiki) pada lapisan tipis membran.
a. Diagnosis dan Mekanisme Kerusakan
Tanda: TDS Permeate meningkat drastis secara tiba-tiba dan permanen. Flow rate mungkin sedikit meningkat karena membran yang rusak menjadi lebih “longgar”.
b. Tindakan Cepat (Immediate Action)
Segera matikan Watermaker! Periksa pre-treatment filter Karbon Aktif. Karbon aktif berfungsi menghilangkan Klorin sebelum air mencapai membran. Jika filter Karbon Aktif jenuh atau dilewati (bypass), Klorin bebas akan menyerang membran. Loss Of Rejection RO kimia ini tidak dapat diatasi dengan flushing atau cleaning biasa; membran harus diganti. Chief Engineer wajib selalu mengukur Klorin di titik masuk membran.
Baca Juga : Jasa Konstruksi IPAL Industri Tekstil : PT ROFIS JAYA PERKASA
c. Peran Kimia dalam Kerusakan
Kerusakan akibat oksidasi memutus ikatan polimer pada membran. Loss Of Rejection RO sering terjadi jika dosis Biocide (digunakan untuk mencegah biofouling) terlalu tinggi atau jika unit dechlorination (penghilang klorin) gagal. Reaksi Klorinasi yang tidak terkontrol menyebabkan degradasi poliamida.
2. Penyebab Mekanikal: Kegagalan Seal dan O-Ring
Loss Of Rejection RO tidak selalu berarti membrannya rusak. Seringkali, masalah ada pada kegagalan penyegelan di dalam Pressure Vessel (rumah membran). Hal ini memungkinkan air feed yang masih asin melewati membran tanpa tersaring, langsung bocor ke jalur Permeate.
Baca Juga : Kontraktor Perbaikan IPAL TERPERCAYA : PT ROFIS JAYA PERKASA
a. Diagnosis Kegagalan Seal
Tanda: Peningkatan TDS yang signifikan, tetapi hanya terjadi pada satu atau dua Pressure Vessel. Atau, peningkatan TDS terjadi setelah Chemical Cleaning (CIP) karena seal tidak terpasang kembali dengan benar.
b. Titik Kegagalan Kritis
- Interconnector O-Ring: O-ring yang menghubungkan satu elemen membran ke elemen berikutnya. Jika rusak, air asin dapat bocor di antara elemen.
- Permeate Adapter Seal: Seal di ujung Pressure Vessel. Jika rusak, air brine dapat bocor ke jalur Permeate.
Tindakan troubleshooting mekanikal yang harus dilakukan adalah mematikan sistem, membongkar Pressure Vessel yang dicurigai (biasanya di tahap akhir), dan mengganti semua O-ring serta memastikan orientasi membran sudah benar. Loss Of Rejection RO akibat kegagalan mekanikal ini relatif mudah diperbaiki jika ditemukan tepat waktu. PT ROFIS memastikan semua instalasi menggunakan O-ring dan seal yang tahan tekanan tinggi.
Watermaker Anda Menunjukkan Loss Of Rejection RO Akut?
Hubungi PT ROFIS JAYA PERKASA untuk Diagnosis dan Perbaikan Membran Cepat!
3. Penyebab Operasional: Tekanan dan Suhu yang Tidak Normal
Meskipun tekanan dan suhu tidak menyebabkan kerusakan ireversibel secepat Klorin, kondisi operasi yang tidak normal dapat memicu Loss Of Rejection RO sementara.
Baca Juga : Distributor Watermaker Indonesia : PT ROFIS JAYA PERKASA
a. Tekanan Operasi Terlalu Rendah
Jika tekanan yang diaplikasikan oleh HPP turun di bawah Tekanan Osmotik yang diperlukan (biasanya karena pompa booster rusak atau strainer tersumbat), driving force untuk menolak garam menghilang. Hal ini menyebabkan Loss Of Rejection RO karena air asin mengalir melalui membran dengan mudah.
b. Fluktuasi Suhu Ekstrem
Peningkatan suhu air feed yang signifikan (misalnya, dari perairan dingin ke perairan tropis yang sangat panas) akan meningkatkan permeabilitas membran secara sementara. Air mengalir lebih mudah, tetapi kemampuan menolak garam sedikit berkurang. Peningkatan ini harus dihitung menggunakan Normalized Salt Rejection untuk membandingkan kinerja Loss Of Rejection RO secara konsisten.
c. Tindakan Koreksi Operasional
Langkah koreksi: Periksa semua filter pre-treatment (terutama Cartridge Filter) dan pastikan HPP beroperasi pada tekanan yang direkomendasikan pabrikan (sekitar $800$–$1000$ $\text{psi}$). Loss Of Rejection RO yang disebabkan oleh operasional biasanya kembali normal setelah tekanan atau suhu dikoreksi.
PT ROFIS JAYA PERKASA menyediakan layanan troubleshooting SWRO di seluruh pelabuhan Indonesia. Kami menjamin diagnosis yang tepat dan perbaikan yang cepat, meminimalkan downtime kapal Anda. Jangan biarkan Loss Of Rejection RO merusak kualitas air kapal Anda. Loss Of Rejection RO harus segera ditangani. Loss Of Rejection RO adalah sinyal bahaya. Segera hubungi ahli Loss Of Rejection RO kami.
Ingin Memperbaiki Kualitas Permeate Anda dan Mencegah Loss Of Rejection RO?
Hubungi PT ROFIS JAYA PERKASA, Spesialis Troubleshooting SWRO Maritim!
PT ROFIS JAYA PERKASA menjamin perbaikan Loss Of Rejection RO yang efisien.
