Studi Kasus Kontraktor WWTP Mengolah Limbah yang Mengandung Minyak dan Logam Berat
Contents
- 1 Studi Kasus Kontraktor WWTP Mengolah Limbah yang Mengandung Minyak dan Logam Berat

lihat juga : Biaya Instalasi WWTP di Kalimantan Sesuai Regulasi Pertambangan dan Perkebunan
Industri di Kalimantan seringkali menghadapi tantangan pengolahan limbah yang berlapis, di mana limbah cair mengandung kombinasi berbahaya: Minyak dan Gemuk ($\text{FOG}$) Tinggi (dari operasional engine dan washing) dan Logam Berat ($\text{Fe}, \text{Cr}, \text{Ni}$) dari proses plating atau pertambangan. Kehadiran minyak dan logam secara simultan membuat pengolahan limbah sangat kompleks, karena minyak dapat menghambat proses kimia (presipitasi logam) dan proses biologis. Mengolah limbah jenis ini menuntut desain Instalasi Pengolahan Air Limbah ($\text{IPAL}$) yang kuat dan terintegrasi.
Meskipun air baku utama di Kalimantan adalah Air Gambut (asam, organik tinggi), tantangan yang lebih besar muncul ketika $\text{WWTP}$ harus mengatasi limbah industri yang toksik dan berminyak ini. Artikel ini membahas studi kasus sukses PT Olah Air dalam mengatasi limbah ganda ini, menyoroti bagaimana Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan menggunakan keahlian kimia untuk mengatasi limbah yang paling sulit sekalipun, menjamin kepatuhan Baku Mutu Air Limbah ($\text{BMAL}$) $\text{KLHK}$.
Focus Keyword: Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan
1. Tantangan Fisika-Kimia Ganda
Limbah Minyak dan Logam Berat menimbulkan tantangan yang saling bertentangan:
- Logam (Presipitasi): Membutuhkan $\text{pH}$ yang sangat spesifik (basa) agar logam mengendap, diikuti oleh unit sedimentasi atau filtrasi.
- Minyak (Flotasi): $\text{FOG}$ perlu dipisahkan di awal, karena minyak dapat melapisi flok logam dan mencegahnya mengendap, atau bahkan menyebabkan logam ikut mengapung.
Kegagalan mengatasi salah satu elemen ini akan menyebabkan kegagalan kepatuhan total. Keahlian Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan dalam integrasi proses sangat vital.
2. Solusi Lapis I: Pra-Perlakuan Minyak (DAF Kritis)
Langkah pertama adalah memisahkan $\text{FOG}$ secara tuntas untuk memastikan proses kimia eliminasi logam berikutnya berjalan lancar. Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan mengimplementasikan Unit DAF (Dissolved Air Flotation):
- Fungsi DAF: Menggunakan gelembung udara mikro untuk mengapungkan $\text{FOG}$ yang teremulsi dan padatan ringan ke permukaan, sehingga dapat dikerok.
- Koagulasi FOG: $\text{DAF}$ sering didukung dosis koagulan ($\text{FeCl}_3$ atau $\text{PAC}$) untuk memecah emulsi minyak, yang juga membantu Presipitasi Logam di tahap selanjutnya.
3. Solusi Lapis II: Reduksi dan Presipitasi Logam Berat
Setelah $\text{FOG}$ diangkat, limbah diolah untuk eliminasi logam berat melalui dua tahap kimia yang sensitif $\text{pH}$ dan $\text{ORP}$:
- Reduksi ($\text{Cr}^{6+}$): Limbah yang mengandung Kromium Heksavalen ($\text{Cr}^{6+}$) harus direduksi menjadi $\text{Cr}^{3+}$ pada $\text{pH}$ asam ($\text{pH } 2-3$). Kontrol $\text{ORP}$ (Potensi Oksidasi-Reduksi) wajib otomatis.
- Presipitasi: $\text{pH}$ limbah dinaikkan ke rentang basa ($\text{pH } 9-10$) dengan $\text{NaOH}$ atau Kapur. Logam terlarut ($\text{Ni}^{2+}, \text{Cr}^{3+}$) mengendap sebagai Hidroksida padat.

lihat juga : Kontraktor WWTP Kuala Tanjung PT ROFIS JAYA PERKASA: Daftar 10 Proyek IPAL Sukses di KEK Sei Mangkei
Rumus Kritis Reduksi Kromium
Reduksi $\text{Cr}^{6+}$ menjadi $\text{Cr}^{3+}$ menggunakan Natrium Metabisulfit ($\text{Na}_2\text{S}_2\text{O}_5$) wajib berhasil 100\% sebelum presipitasi:
\[ \text{Cr}_2\text{O}_7^{2-} + 3\text{Na}_2\text{S}_2\text{O}_5 + 8\text{H}^+ \to 2\text{Cr}^{3+} + 6\text{NaHSO}_4 + 4\text{H}_2\text{O} \]
Kegagalan reduksi menyebabkan $\text{Cr}^{6+}$ toksik lolos ke lingkungan.
Limbah Pabrik Anda Mengandung Minyak dan Logam Berat Sekaligus?
Anda membutuhkan desain hibrida DAF dan Reduksi/Presipitasi. Dapatkan audit limbah dan solusi pengolahan toksik dari Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan spesialis kami.
4. Pengolahan Biologis dan Manajemen Sludge B3
Limbah yang telah bebas logam dan minyak kemudian diolah secara biologis (jika $\text{BOD}/\text{COD}$ tinggi). Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan menggunakan $\text{MBBR}$ atau $\text{MBR}$ karena efisiensi lahan dan kualitas efluen superior. Lumpur dari Presipitasi Logam adalah $\text{B3}$ yang masif. Kontraktor wajib mengintegrasikan Filter Press efisien untuk dewatering dan manajemen $\text{TPS B3}$ yang patuh regulasi $\text{KLHK}$.
5. Kesimpulan: Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan Menguasai Kimia Hibrida
Pengolahan limbah ganda (minyak dan logam) menuntut keahlian Fisika-Kimia yang mendalam. Memilih Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan yang ahli dalam desain $\text{DAF}$, Reduksi $\text{Cr}^{6+}$, Presipitasi $\text{ORP}$ terkontrol, dan manajemen sludge $\text{B3}$ adalah kunci untuk menjamin $\text{WWTP}$ Anda stabil, patuh $\text{BMAL}$, dan aman dari risiko sanksi lingkungan. Keahlian yang sama dalam mengolah air gambut ($\text{pH}$ rendah) sangat berguna untuk unit netralisasi limbah industri.

lihat juga : Kontraktor WWTP Kalimantan Wajib Penuhi Baku Mutu Limbah Air Asam Tambang
apatkan Solusi IPAL Hibrida Minyak dan Logam Terbaik di Kalimantan!
Rofisjaya.com adalah Kontraktor IPAL Air Gambut Kalimantan spesialis $\text{DAF}$, Reduksi Logam, $\text{MBR}$, dan manajemen $\text{B3}$. Hubungi kami untuk studi kelayakan pembangunan $\text{WWTP}$ Anda.
